Selasa, 23 Februari 2016

  IZANAGI,IZANAMI,

AMATERASU,

TSUKUYOMI,

SUSANOO.

 

IZANAMI : Izanami adalah salah satu dewa utama dalam sejarah penciptaan Jepang dan kepercayaan Shinto. Dalam bahasa Jepang, Izanami no Mikoto memiliki makna “dia (wanita) yang mengajak” adalah dewi penciptaan dan kematian, sekaligus adik dan istri dari Izanagi.

IZANAGI : Dalam bahasa Jepang, Izanagi no Mikoto memiliki makna “dia (pria) yang mengajak" merupakan kakak sekaligus suami dari Izanami, Izanami juga merupakan dewa terpenting dalam sejarah penciptaan Jepang dan kepercayaan Shinto.

PULAU PERTAMA
Dewa segala penciptaan, Kunitokotachi dan Amenominakanushi menciptakan dua dewa suci yang bernama Izanagi (pria) dan Izanami (wanita), mereka ditugaskan untuk menciptakan pulau pertama, untuk membantu mereka dalam tugasnya, mereka dianugerahi sebuah tombak yang bernama Ame no Nuboko, tombak tersebut dihiasi dengan permata. Mereka pergi ke sebuah jembatan antara surga dan bumi yang dikenal dengan nama Ame no Ukihashi. Izanagi mengayunkan tombak tersebut ke dalam air lautan, dan ketika tombak diangkat, air menetes dari ujung tombak tersebut dan muncullah Onogoroshima (pulau misik), lalu mereka turun ke pulau tersebut.



PERNIKAHAN
Mereka berdua ingin menikah, mereka membangun pilar yang diberi nama Ame no Mihashira (pilar surga), dan di sekelilingnya dibangun kediaman yang diberi nama Yahiro Dono. Izanagi dan Izanami mengelilingi pilar tersebut dengan arah yang berlawanan, ketika mereka bertemu, Izanami menyapa terlebih dahulu. Izanagi merasa itu bukanlah tata cara yang tepat, namun bagaimanapun juga mereka telah menikah. Izanami melahirkan dua anak yang bernama Hiruko dan Awashima, namun mereka tidak diakui sebagai wujud dewa, lalu mereka menaruh anak mereka disebuah perahu dan menghanyutkannya ke lautan.
Izanami dan Izanagi menanyakan kepada dewa lain apakah mereka melakukan kesalahan dalam tata cara pernikahan, kemudian mereka diberi tahu, dalam tata cara pernikahan, haruslah pria yang menyapa terlebih dahulu. Sekali lagi, mereka melakukan upacara pernikahan dan berhasil. Dari pernikahan tersebut, terlahir 8 pulau besar (Oyashima), yang terdiri dari : Awagi, Iyo, Ogi, Tsukushi, Iki, Tsushima, Sado dan Yamato.



KEMATIAN IZANAMI
Untuk beberapa lama, Izanami melahirkan beberapa pulau lagi dan beberapa Kami (Dewa), ketika Izanami melahirkan Kagu Tsuchi (Dewa
api) dia tewas terbakar, Izanami dimakamkan di Gunung Hiba. Karena kesal, Izanagi membunuh Kagu Tsuchi dan tercipta beberaa dewa lain. Karena tidak mampu hidup sendiri, Izanagi pergi ke Yomi (underworld) untuk mencari istrinya, setelah mencari bebrapa lama, dia menemukan Izanami yang diselimuti kegelapan, Izanagi meminta istrinya untuk pulang dan tinggal bersama, namun Izanami mengatakan bahwa itu sudah terlambat, dia sudah memakan makanan dari Yomi, itu berarti dia sudah menjadi bagian dari Yomi dan tidak dapat dihidupan kembali.
Walaupun demikian, Izanagi tidak mau meninggalkan istrinya, lalu dia mengambil sehelai bulu dan menyalakannya. Namun dia terkejut melihat wujud Izanami yang dahulu cantik, sekarang telah menjadi seperti monster, Izanagi berteriak dan berlari, Izanami terbangun dan mengejar suami, ketika Izanagi sampai dimulut goa Yomi, dia menghancurkannya dan menutupnya dengan bebatuan. Izanami sangat marah dan berteriak kepada Izanagi bahwa dia akan selalu membunuh 1000 orang setiap harinya, dan Izanagi membalas bahwa dia akan member kehidupan kepada 1500 orang setiap harinya.



KELAHIRAN DEWA BARU
Setelah keluar dari Yomi, Izanagi malakukan misogi (mandi) untuk menghilangkan kotoran yang menempel saat di Yomi, ketika sedang mencuci mata kirinya, terlahirlah dewa matahari (Amaterasu), saat mencuci mata kanan terlahir Tsukuyomi (Dewa Bulan), dan saat mencuci hidung, terlahirlah Susanoo (Dewa lautan dan badai), ketiga Kami (Dewa) itu disebut dengan Mihashira no Uzu no Miko dan menerima tugas dari Izanagi untuk menguasai bumi.



AMATERASU : Dalam kepercayaan Shinto dan sejarah Jepang, Amaterasu adalah dewi matahari yang mempunyai peran sangat penting terhadap kehidupan, dia juga dikenal dengan nama Amaterasu Omikami atau Ohirume no Muchi no Kami. Namanya berasal dari kata Amateru yang artinya “bersinar di surga”.  Konon, Kaisar Jepang adalah keturunan langsung dari Amaterasu. Kisah Amaterasu terdapat dalam sejarah kuno Jepang, Kojiki dan Nihon Shoki.



AMATERASU DAN TSUKUYOMI
Amaterasu ditugaskan untuk menguasai bumi oleh ayahnya, Izanagi. Dia menjadi penguasa matahari dan surga bersama saudaranya, Tsukuyomi yang menguasai bulan dan malam hari. Dulu Amaterasu berbagi langit dengan Tsukuyomi, namun ketika sebuah tragedi yang melibatkan Tsukuyomi kepada Uke Mochi (Dewa Makanan), Amaterasu menganggap Tsukuyomi jahat dan memisahkan malam dan siang.



PERTENGKARAN DENGAN SUSANOO
Hubungan antara Amaterasu dan Susanoo tidak selalu baik. Dan pada suatu ketika, karena merasa kesal dengan Susanoo, Izanami membuangnya ke Yomi (underworld), namun karena dia masih memiliki beberapa urusan, dia pergi ke Tamakagahara (surga) untuk menemui Amaterasu. Amaterasu merasa curiga, namun Susanoo berkata bahwa dia hanya ingin mengucapkan salam perpisahan. Amaterasu memberikan sebuah tantangan kepada Susanoo untuk membuktikan kebaikannya.
Masing-masing dari mereka mengambil benda yang dimiliki dan menciptakan dewa atau dewi dari benda tersebut. Amaterasu menciptakan 3 wanita dari pedang Susanoo sedangkan 5 pria tercipta dari kalung Amaterasu. Keduanya merasa sebagai pemenang karena Susanoo menciptakan lebih banyak dari Amaterasu. Akan tetapi Amaterasu mengatakan bahwa barang tu miliknya, Susanoo kesal dan mengamuk. Dia menghancurkan persawahan dan melemparkan kuda poni (binatang yang dianggap sacral oleh Amaterasu) ke aula yang menewaskan pengawal Amaterasu. Amaterasu marah dan sedih, dia bersembunyi kesebuah goa Ama no Iwato yang mengakibatkan matahari hilang selama bebeapa waktu. Susanoo kemudian dibuang dari surga.
Walau demikian, Amaterasu dibujuk oleh semua dewa untuk keluar dari goa, namun dia menolak. Akhrnya dewa keceriaan yang bernama Ame Nouzume membuat sebuah rencana. Dia meletakkan sebuah cermin perunggu besar di sebuah pohon yang menghadap ke mulut goa, kemudian Uzume berpakaian bungan dan dedaunan, membalikkan sebuah ember cucian, menari diatasnya dan menabuh ember tersebut dengan kakinya. Uzume melepaskan pakaiannya dan menari dengan telanjang. Semua dewa tertawa dengan keras dan membuat Amaterasu penasaran, Amaterasu mengintip dari dalam dan sebuah cahaya (yang akhirnya dinamakan fajar) terpancar. Amaterasu melihat seorang dewi cantik yang sebenarnya adalah dirinya di cermin, dengan cepat dewa Ameno Tajikarawo menariknya dari dalam goa, dengan penuh keceriaan, amaterasu berjanji untung mengembalikan terang dan menghilangkan gelap dari dunia. Uzume dikenal juga dengan dewi fajar.
Sesudah itu, Amaterasu dan Susanoo beramai dan Susanoo menyerahkan pedang Kusanagi no Tsurugi sebagai hadiah penyesalan.
Menurut legenda, Amaterasu mewariskan pusakan berupa cermin Yata no Kagami, Kristal Yasakani no Matagama dan pedang Kusanagi no Tsurugi kepada Ninigi (salah satu keturunannya). Ketiga pusaka ini akhirnya menjadi tanda kebesaran kekaisaran Jepang (IMPERIAL REGALIA OF JAPAN).
Kuil Ise yang terletak di Honshu dibangun sebagai bentuk penghormatan untuk Amaterasu. Konon, cermin Yata no Kagami terletak dikuil tersebut. Bahkan upacara tiap 20 tahun sekali yang bernama Shinkinen Sengu dadakan untuk menghormati Amaterasu, pakaian baru dan makanan diserahkan kepada Amaterasu sebagi praktek dari ajaran Shinto yang masih dibudayakan dari tahun 690.



TSUKUYOMI: Tsukuyomi yang juga dikenal dengan nama Tsukiyomi no Mikoto adalah dewa bulan dalam sejarah Jepang dan kepercayaan Shinto. Namanya terdiri dari dua kata Tsukiyo yang berarti “cahaya bulan” dan Miru yang berarti “memandang”, namun kata Yomi bisa juga berarti dunia kegelapan.



ORIGINS OF TSUKUYOMI
Tsukuyomi adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi, dia terlahir ketika Izanagi sedang mencuci mata kanannya setelah sampai dari Yomi (underworld). Dia adalah saudara dari Amaterasu dan Susanoo. Dia tinggal di Takamagahara (surga) bersama saudaranya, Amaterasu dengan memanjat sebuah tangga.



TSUKUYOMI DIBUANG
Suatu saat, Amaterasu pernah menyuruh Tsukuyomi untuk menggantikannya menemui uke Mocha (dewa makanan) dalam sebuah pesta. Uke Mocha membuat makanan dengan cara menjadi lautan dan memuntahkan makanan, kemudian berubah menjadi lading padi dan memuntahkan nasi. Karena merasa jijik, Tsukuyomi menghunuskan pedang kearah Uke Mocha. Setelah Tsukuyomi kembali, Amaterasau mengetahuinya dan mengusir Tsukuyomi, dan mengatakan bahwa ia tidak ingin melihat wajah Tsukuyomi untuk selamanya, karena itulah malam dan siang terpisah.
Dengan penuh kesedihan, Tsukuyomi menyuruh salah satu dewa (Kami) untuk menemui Uke Mocha dan melihat keadaannya, saat itu Uke Mocha telah tewas, namun kematiannya tidak sia-sia, karena muncul kerbau dan kuda dikepalanya, padi muncul dari dahinya, ulat sutera dari alis, beras dari perut, serta kacang dan gandum dari alat kelaminnya. Hal tersebut membawa keuntungan untuk bumi.



PENGHORMATAN TERHADAP TSUKUYOMI
Tsukuyomi adalah dewa yang paling dipuja setelah Amaterasu, sebuah kuil untuk memujanya dibuat di diIse, terletak dibagian luar kuil Amaterasu. Sebuah upacara sudah menjadi tradisi untuk menghormatinya selama ribuan tahun. Sebuah kuil terkenal di prefektur Yamagata juga dibangun secara khusus untuk menghormatinya. Kuil ini terletak di gunung Gassan yang berarti gunung rembulan upacara yang paling terkenal adalah Tsukimaci atau dikenal dengan nama memandang bulan.



SUSANOO : Susanoo juga dikenal dengan nama Takaheya Susanoo no Mikoto adalah dewa yang berkuasa dengan lautan dan badai, dia muncul sebagai dewa tertinggi dalam mitologi Jepang dan kepercayaan Shinto. Susanoo juga dikatakan sebagai dewa yang berkuasa atas Yomi (alam kubur).



ORIGINS OF SUSANOO
Susanoo adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi, dia lahir ketika Izanagi mencuci hidungnya saat pulang dari Yomi, dia mewarisi pedang dari ayahnya, Totsuka no Tsurugi pedang yang dipakai Izanagi untuk membunuh Hino-Kagu-Tsuchi.



PERTENGKARAN SUSANOO
Menurut kisah kisah legendaris Jepang, Kojiki, Susanoo tidak pernah akur dengan Amaterasu. Suatu ketika ia mendapat tugas dari ayahnya, Susanoo pergi menemui Amaterasu mengatakan bahwa ia ingin mengucapkan salam perpisahan, namun Amaterasu menaruh curiga terhadapnya, demi membuktikannya, mereka melakukan kompetisi. Masing-masing mengambil objek dari lawan dan menciptakan dari benda tersebut, keduanya merasa menang, akhirnya Susanoo-lah yang mengalah. Namun dia mengamuk dan melemperkan kuda poni kedalam aula yang menewaskan pengawal Amaterasu. Setelah kejadian itu, Amaterasu marah dan mengusir Susanoo.



PEMBUANGAN KE IZUMO
Susanoo dibuang ke daerah Izumo, ketika dia baru saja turun, dia bertemu dengan sepasang orang tua yang sedang bersedih. Pasangan tersebut pun mengatakan sebenarnya mereka memiliki delapan anak, namun tiap tahun, anak mereka dimakan oleh monster naga. Dan tahun ini adalah tahun untuk anaknya yang terakhir, naga itu memiliki delapan kepala dan delapan ekor, panjangnya melebihi delapan bukit, dan matanya berwarna merah seperti anggur, anak mereka yang terakhir Kushinada Hime adalah wanita yang cantik.
Susanoo yang mengetahui hubungan baik pasangan tersebut dengan Amaterasu, menawarkan bantuan dengan syarat dia ingin menikahi kushinada dan mereka setuju. Susanoo mengubah Kushinada menjadi sehelai bulu dan menyelipaknya di rambutnya. Dia juga menyuruh pasangan tersebut membuat pagar disekitar rumah. Pagar itu memiliki delapan gerbang dan delapan meja disetiap gerbangnya. Delapan keranjang ditempatkan di setiap meja, dimana tiap keranjang/tong diisikan sake yang telah dimasak delapan kali.



KEMUNCULAN YAMATA NO OROCHI
Susanoo dan keluarga itu menunggu kedatangan Orochi, tidak perlu menunggu waktu lama untuk kedatangannya. Sang monster mendapati bahwa jalannya terhalang oleh pagar, salah satu kepala menyarankan untuk menghancurkannya, namun kepala yang lain mencium bau sake yang adalah minuman kesukaan san monster. Karena Orochi tidak ingin menyia-nyiakan sake itu, mereka sepakat untuk tak menghancurkannya, dan setiap kepala mencari sake di tiap tong dan meminumnya. Sake tersebut benar-benar habis diminum Orochi mabuk, dan Susanoo segera keluar untuk menghadapi Orochi. Susanoo tidak mengalami kesulitan melawan Orochi karena mabuk, dan menebasnya dengan menggunakan pedang legendaris ayahnya. Konon, sungai di sekitarnya berwarna merah karena darah Orochi.



KUSANAGI NO TSURUGI
Susanoo ingin menebas Orochi sampai ekor, namun saat sampai di ekor, pedangnya kalah kuat dengan ekor Orochi. Susanoo ingin mencari tahu, ternyata didalam ekor tersebut ada pedang yang sangat kuat. Susanoo mengambil pedang tersebut dan memberinya nama Ama no Murakomo no Tsurugi (pedang segumpal awan surga), pedang tersebut dipersembahkan kepada saudarinya, Amaterasu sebagai bentuk permohonan maaf. Dan pedang itu diganti namanya menjadi Kusanagi no Tsurugi (pedang pemotong rumput). Pedang tersebut kini menjadi salah satu harta karun legendaris Jepang (Imperial regalia of Japan)  dan tersimpan di sebuah kuil di Jepang.
Sebuah kuil yang bernama Kumano Taisha yang berada dishimane. Dibangun untuk menghormatinya. Shimane adalah bekas wilayah Izumo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar